Dalam Ekonomi Mikro dikenal adanya teori utility atau teori nilai guna. Teori ini menyatakan bahwa Nilai guna atau utiliti merupakan kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang. Jika kepuasan itu semakin tinggi maka semakin tinggi juga nilai guna atau utilitinya. Nilai guna perlu dibedakan diantara dua pengertian yaitu, nilai guna total dan nilai guna marjinal. Nilai guna total merupakan jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu, sedangkan nilai guna marjinal merupakan pertambahan atau pengurangan kepuasan sebagai akibat bertambahnya penggunaan satu unit barang tertentu. Dengan demikian semakin banyak konsumsi terhadap suatu barang semakin tinggi pula nilai guna atau kenikmatan yang diperoleh.
Optimasi nilai guna dari mengkonsumsi barang dalam teori ekonomi akan menambah hasrat seseorang untuk memeroleh sumber daya yang dapat memuaskan kebutuhannya. Hasrat untuk mengkonsumsi barang menjadi pemicu terjadinya eksploitasi sumber daya ekonomi. Masalahnya adalah, bagaimana jika terjadi dua atau lebih kepentingan yang berbeda terhadap sumber daya yang sama ataukah sebaliknya ada dua atau lebih kepentingan yang sama terhadap sumber daya yang berbeda. Disinilah awal munculnya perang kepentingan antar pelaku ekonomi, awal kisah terjadinya kelangkaan.
Pemecahan masalah kelangkaan menjadi fokus paling krusial dalam ilmu ekonomi bahkan merupakan bahasan utama yang fundamental. Pengaturan terhadap masalah kelangkaan memerlukan berbagai aktivitas untuk mengekaplorasi sumber daya yang ada. Pangkal masalahnya terletak pada aktivitas manusia dalam memuaskan kebutuhannya. Sejatinya dalam teori nilai guna, semakin banyak konsumsi barang yang sama maka tingkat utilitinya juga semakin kurang. Oleh karena itu, manusia harus mendiversifikasi pilihannya berkonsumsi.
0 komentar:
Posting Komentar