Breaking News
Loading...
Minggu, 01 Maret 2009

Menulis Pendahuluan di Proposal Penelitian

Untuk memulai suatu penelitian baik itu skripsi/tugas akhir, tesis, disertasi, atau penelitian lain, kita membuat proposal penelitian yang diawali dengan Bab Pendahuluan. Ada sebagian orang berpendapat bahwa pendahuluan itu gampang, prioritas terakhir saja. Sebagian lagi berpendapat bahwa pendahuluan itu sangat penting, sehingga harus diprioritaskan. Mana yang benar, itu amat tergantung pada kemampuan setiap orang.

Apa itu Pendahuluan Riset?


Dalam metodologi penelitian, setiap peneliti pasti memulai penulisan proposal dengan membuat bab pendahuluan. Pada bab ini, penulis menyampaikan informasi mengenai latar belakang penelitian, tujuannya untuk membangun sebuah sebuah framework penelitian sehingga pembaca dapat mengerti bagaimana kaitannya dengan riset-riset yang lain (Wilkinson, 1991). Pada bab ini, penulis perlu menyajikan informasi mengenai masalah penelitian (research problem). Namun, masalah penelitian sering dilupakan untuk dituliskan di bab pendahuluan, sehingga pembaca harus menebak sendiri isu penting mengenai motivasi dilakukannya penelitian tersebut (Creswell, 2003).

Terus, dari mana sumber-sumber masalah penelitian dapat digali? Masalah penelitian dapat berasal dari pengalaman peneliti itu sendiri, baik di dalam kehidupannya maupun di dalam lingkungan kerja. Masalah penelitian juga dapat digali dari debat-debat ilmiah yang dapat dijumpai di paper jurnal yang terjadi selama beberapa tahun. Di dalam ilmu sosial, masalah penelitian juga dapat berasal dari debat-debat kebijakan yang dilakukan pemerintah misalnya.

Bab pendahuluan harus ditulis dengan kalimat-kalimat yang menarik minat pembaca mengenai topik yang disajikan. Selain itu, bab pendahuluan harus menyampaikan masalah yang jelas sehingga memotivasi dilakukannya penelitian tersebut, memetakan topik penelitian ke dalam konteks literatur yang lebih luas, serta menjangkau komunitas peneliti yang lebih khusus.

Model Pendahuluan Riset: Model Defisiensi


Creswell (2003) menjelaskan suatu model umum untuk menulis bab pendahuluan yaitu model defisiensi yang merinci bab pendahuluan ke dalam lima bagian, yaitu:
  • Masalah penelitian.
  • Tinjauan studi-studi yang telah dilakukan atau tinjauan pustaka.
  • Defisiensi dari studi-studi yang pernah dilakukan.
  • Pentingnya studi bagi pembaca.
  • Pernyataan tujuan penelitian.

Untuk memahami masing-masing bagian tersebut, saya sampaikan ilustrasi singkat sebagai berikut:

Lembaga XYZ mempublikasikan hasil penelitiannya bahwa peningkatan penetrasi sistem telepon ke masyarakat sebesar 1% dapat meningkatkan pendapatan per kapita suatu bangsa sebesar 3%. Sehingga jika suatu bangsa ingin memajukan perekonomiannya, maka bangsa tersebut harus memikirkan bagaimana membangun sistem komunikasinya agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Di Indonesia, yang sebagian besar penduduknya tinggal di daerah pedesaan, pembangunan infrastruktur sistem komunikasi terkendala oleh masalah klasik yaitu tingginya biaya investasi yang harus dikeluarkan oleh operator sementara tidak ada jaminan investasi tersebut akan kembali. [masalah penelitian]

Tahun 2004, pemerintah menggelar program USO dengan menggunakan teknologi satelit sebagai salah satu alternatif teknologi. [studi yang ada]. Namun solusi sistem komunikasi menggunakan teknologi satelit menyisakan masalah yaitu tingginya biaya operasional layanan komunikasinya. [defisiensi studi yang ada]

Inovasi baru diperlukan agar menghasilkan solusi komunikasi yang murah dan terjangkau sehingga infrastruktur sistem komunikasi bisa digelar di lapisan masyarakat pedesaan. [arti penting bagi operator/masyarakat]

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem komunikasi berbasis teknologi Internet yang murah namun sekaligus mengakomodasi kebutuhan masyarakat masa depan akan layanan informasi dan komunikasi. [pernyataan tujuan]

Semoga bermanfaat .....

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer