Breaking News
Loading...
Kamis, 16 Oktober 2014

Monitoring and Evaluation

Materi utama hari keenam Workshop SEDS Humber menyuguhkan Online Learning dan Monitoring and Evaluation. Mengawali pembelajaran fasilitator secara cerdas mengambil simpati peserta dengan memberi penguatan bahwa capaian pembelajaran yang diharapkan fasilitator sudah terpenuhi diukur dari kemampuan peserta mengerjakan secara berkelompok komponen utama kurikulum yang akan disusun.

Apa yang dipraktekkan fasilitator adalah cara cerdas yang secara nyata mempraktekkan bagaimana seharusnya seorang pengajar memotivasi dan mengakui hasil kerja mahasiswanya. Inilah yang saya katakan praktek terbaik yang idealnya dapat kita adopsi di kelas, sebuah cara yang jitu untuk memanusiakan peserta didik. Tentu saja para peserta merasa sangat berharga dan oleh karenanya walaupun lelah karena menguras pikiran selama 5 hari, peserta kembali bersemangat untuk melanjutkan pelajaran.

Kembali ke topik. Online Learning yang diantarkan oleh Ianita Sembiring, menyuguhkan berbagai variasi media online yang bisa digunakan untuk pembelajaran kewirausahaan. Bahwa fasilitas yang tersedia belum sepenuhnya mendukung tetapi sebagai pengajar visioner tentu sudah harus berpikir jauh ke depan bahwa perkuliahan tidak melulu harus tatap muka langsung tetapi dapat pula di variasikan dengan pembelajaran online agar pembelajaran bisa lebih efisien. Tentu saja hal ini membutuhkan kemampuan memilah topik-topik yang tepat dengan online learning dan tentu saja tidak menjadi keharusan.

Di sesi selanjutnya, Ted Glenn tampil dengan materi Monitoring and Evaluation. Seringkali kita menganggap bahwa monitoring dan evaluasi adalah hal yang sama saja, padahal hal ini memiliki perbedaan yang substansial. Monitoring adalah proses berkesinambungan yang menggunakan pengumpulan data secara sistematis pada indikator tertentu untuk disediakan bagi manajemen dan pemangku kepentingan dalam rangka mengukur indikator kemajuan untuk pencapaian tujuan. Sementara evaluasi adalah penilaian sistematis dan objektif dari program atau proyek yang sedang berlangsung, program dan kebijakan yang telah tuntas, termasuk rancangan, implemntasi dan hasil. Tujuannya untuk menentukan relevansi dan pemenuhan tujuan, efisiensi pengembangan, efektifitas, dampak, dan keberlanjutan.

Secara jelas dapat diketahui letak perbedaan dan titik singgung antara monitoring dan evaluasi. Monitoring lebih pada upaya mengumpulkan data secara sistematis menggunakan instrumen tertentu untuk memastikan bahwa program atau proyek sudah berjalan dengan baik sesuai tujuan yang diinginkan atau tidak, sedangkan evaluasi lebih jauh menyoroti apakah proyek atau program signifikan mencapai tujuan dan melahirkan rekomendasi untuk keberlanjutan ataupun pengembangan.

Monitoring dan evaluasi berpusat pada unsur utama value chain yaitu input, main activity, output, outcome, dan impact. Kelima unsur tersebutlah yang harus dipastikan berjalan efisien dan efektif mencapai tujuan dan memiliki potensi pengembangan lebih lanjut. Jika semua telah terlaksana dengan baik, maka pertanyaan "nakal" yang selalu muncul adalah "so what?". Maknanya adalah semua proyek atau program harus berpotensi dikembangkan lebih lanjut, dimodifikasi lebib baik, ataukah dihentikan. Semua itu terpulang pada cara dan alat monitoring dan evaluasi yang digunakan, termasuk siapa yang akan melakukannya...

So What ?...

Makassar, 16102014

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer